Senin, 03 Oktober 2011

KONSEP, ALIRAN DAN SEJARAH KOPERASI


KONSEP KOPERASI
Koperasi menurut pengertiannya adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong, dengan rasa tolong menolong serta didorong keinginan memberikan jasa kepada semua orang. Karena kopersi lembaga untuk bersama dan kemasyarakatan, maka dari itu koperasi memimilki beberapa konsep koperasi yang yang kita ketahui.
Konsep koperasi terbagi menjadi tiga yaitu :
1.      Konsep Koperasi Barat
Adalah koperasi yang merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbale balik bagi anggota kopersi maupun perusahaan koperasi.

1.1  Unsur-unsur positif kosep koperasi barat
§  Keinginan individu dapat dipuaskan dengan cara berkerjasama dengan sesama anggota dengan saling membantu dan saling menguntungkan satu sama lain
§  Setiap individu dengan tujuan yang sama dapat berpartisipasi langsung untuk mendapatkan keuntungan dan juga menanggung resiko bersama.
§  Hasil berupa surplus/keuntungan didistribusikan kepada anggotan sesuai dengan metode bagi hasil yang telah ditentukan
§  Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukan sebagai cadangan koperasi

2.      Konsep Koperasi sosialis
Aadalah koperasi yang direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.
v  Menurut konsep koperasi sosialis ini, koperasi tidak berdiri sendiri melainkan sebuah subsitem dari system sosialisme untuk mencapai tujuan-tujuan system sosialis-komunis

3.      Konsep koperasi Negara berkembang
Adalah koperasi yang sudah berkemsang dengan cirri tersendiri yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan penyembangannya
v  Perbedaannya dengan konsep sosialis adalah tujuan koperasi untuk untuk merasionalkan factor produksi dari kepimilkan pribadi ke pemilikan kolektif. Sedangkan konsep Negara berkembang adalah tujuan koperasi untuk meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya

LATAR BELAKANG TIMBULNYA ALIRAN KOPERSI
1.      Keterkaitan ideology, system perekonomian dan aliran koperasi
Ideologi
Sistem Perekonomian
Aliran
Koperasi
Liberalisme/ kapitalisme
Sistem ekonomi bebas liberal
Yardstick
Komunisme/ sosialisme
Sistem ekonomi sosialis
Sosialis
Tidak termasuk liberalisme dan sosialisme
Sistem ekonomi campuran
Persemakmuran (commonwealth)



2.      ALIRAN KOPERASI
2.1  Aliran Yardstick
§  Dapat dijumpai pada Negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut perekonomian liberal
§  Koperasi dapat menjadikan kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan mengoreksi
§  Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi ditengah-tengah masyarakat, karena maju tidaknya kopersi terletak di tangan anggota kopersi sendiri
§  Pengaruh aliran ini sangat kuat, terutama dinegara-negara barat dimana industry berkembang dengan pesat. Seperti : AS, Perancis, Swedia, Jerman, dll
2.2  Aliran Sosialis
§  Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi
§  Pengaruh aliran ini bnyak dijumpai di Negara-negara eropa timur dan juga rusia
2.3  Aliran Persemakmuran (Commonwealth)
§  Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat
§  Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat yang berkedudukan strategis dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian rakyat
§  Hubungan pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “kemitraan (partnership)” yang dimana pemerintah yang bertanggung jawab dan mengupayakan agar iklim pertumbuhan kopersi tercipta dengan baik


SEJARAH KOPERASI
Lahirnya koperasi dimulai dari tahun :
§  1844 di Rochdale Inggris, koperasi modern yang berkembang dewasi ini pada tahun 1852 jumlahnya mencapai 100 unit di Inggris
§  1862 dibentik oleh Pusat Koperasi Pembelian “The Coorperative Whole Sale Society (CWS)
§  1818 – 1888 koperasi berkembang di Jerman yang dipelopori oleh Ferdinan Lasalle, Fredrich W. Raiffesen
§  1808 -1883 koperasi berkembang di Denmark yang dipelopori oleh Herman Schulze
§  1896 di London terbentuk ICA ( International Coorperative Allience) sehingga koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional


SUMBER :
staff.gunadarma.ac.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar