Minggu, 29 Mei 2011

Pembangunan Daerah

Setiap daerah mempunyai pertumbuhan ekonomi yang berbeda-beda dengan daerah lainnya. Oleh karena itu perencanaan pembangunan ekonomi pada suatu daerah perlu mengenali beberapa karakteristik ekonomi, sosial dan fisik daerah tersebut, termasuk dalam berinteraksi dengan daerah lain. Dengan demikian tidak ada strategi pembangunan ekonomi daerah yang dapat berlau untuk semua daerah. Keinginan kuat dari pemerintah daerah untuk membuata strategi pemgembangan ekonomi daerah dapat membuat masyarakat berikut serta dalam membangun ekonomi daerah seperti yang dicita-citakan. Dengan pembangunan ekonomi daerah yang terencana, pembayaran pajak dan penanam modal dapat tergerak untuk mengupayakan peningkatan ekonomi. Kebijakan dalam bidang pengan demikian pertanian akan membuat pengusaha melihat peluang untuk meningkatkan produksi pertanian dan perluasan ekspor. Dengan demikian peningkatan efisiensi pola kerja pemerintahan dalam pembangunan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan dan pengusaha dapat mengantisipasi bahwa pajak dan retribusi tidak naik sehingga tersedia lebih banyaknya modal bagi pembangunan ekonomi daerah.
Pembangunan ekonomi daerah perlu memberikan sosuli jangka pendek dan jangka panjang terhadap isu-isu ekonomi daerah yang dihadapi, dan perlu mengkoreksi kebijakan yang keliru. Dua prinsip dasar pengembangan ekonomi daerah yang perlu diperhatikan antara lain :
1.      Mengenali ekonomi wilayah
2.      Merumuskan manajemen pembangunan daerah yang pro-bisnis
Yang akan dijelaskan dibawah ini :
1.      Mengenali Ekonomi Wilayah
a)      Perkembangan Penduduk dan Urbanisasi
Salah satu factor utama dari pertumbuahan ekonomi adalah pertumbuhan penduduk, pertumbuhan penduduk terjadi akibat proses pertumbuhan alami dan urbanisasi. Inilah  yang menyebabkan perubahan pada suatu wilayah yang awalnya desa pertanian menjadi agropolitan dan selanjutnya mampu menjadi kota besar. Pertumbuhan alami penduduk yang menjadi factor utama yang berpengaruh pada ekonomi wilayah karena dapat menciptakan kebutuhan berbagai barang dan jasa. Pertambahan penduduk mengakibatkan semua penduduk membutuhkan pangan dan rumah tangga baru juga membutuhkan rumah baru atau renovasi rumah lama berikut dengan perabotan, alat-alat rumah tangga dan barang lainnya. Dari sini lah kegiatan pertanian dan industry berkembang.
b)      Sector Pertanian
Upaya pengembangan sector agribisnis dapat menjadi alternative pilahan dalam mengembangan dan mempromosikan agroindustri di wilayah yang tertinggal. Program kerjasama dengan pemilik lahan atau pihak pengembang untuk mau meminjamkan lahan yang tidak dibangun atau lahan tidur untuk digunakan sebagai lahan pertanian untuk perlu dikembangkan. Dari  jumlah lahan pertanian yang tidak produktif dapat diciptaan pendapatan dan lapangan kerja bagi penganggur di perdesaan. Program kerjasama mengatasi ,keterbatasan modal, mengurangi resiko produksi, memungkinkan petani memakai bahan baku impor produk yanh menghasilkan dapat mampu bersaing dengan barang imporyang sejenis serta mencarikan dan membuka pasaran yang baru.
c)      Sector Pariwisata
Pariwisata memberikan dukungan ekonomi yang kuat terhadap suatu wilayah. Industry ini dapat menghasilkan pendapatan besar bagi ekonomi local. Kawasan pantai yang bersih dapat menjadi daya tarik suatu wilayah itu sendiri, dengan menarik turis dan penduduk ke wilayah tersebut. Sebagai salah satu lokasi rekreasi, kawasan pantai merupakan tempat yang paling disukai dan dikunjungi dibandingkan kawasan lain. Sebagai sumber alam yang terbatas hal yang yang penting harus diperhatikan adalah wilayah pantai haruslah menjadi asset ekonomi untuk suatu wilayah serta dapat membantu perluasan pariwisata serta mengurangi kesenjangan akibat pengangguran.
d)      Kualitas Lingkungan
Presepsi atas suatu wilayah, apakah memiliki kualitas hidup yang baik, merupakan hal penting bagi dunia usaha untuk melakukan investasi. Investasi pemerintah yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat sangat penting untuk mempertahankan daya saing. Jika masyarakat ingin menarik modal dan investasi maka haruslah siap untuk memberi perhatian terhadap :
·         Keanekaragaman, identitas dan sikap bersahabat
·         Pengenalan terhadap fasilitas untuk mendorong kualitas hidup yang dapat dinikmati oleh suatu wilayah
·         Dapat menarik investor luar
e)      Keterkaitan Wilayah dan Aglomerasi
Pengelompokan usaha (aglomerasi) berarti semua industry yang palinh berkaitan dan saling membagi hasil produk dan keuntungan. Pengelompokan itu juga menciptakan potensi untuk menciptakan jaringan kerjasama yang dapat membangun kegiatan pemasaran bersama dan untuk menarik kegiatan lainnya yang berkaitan ke depan atau ke belakang. Untuk mencapai tujuan ini pendekatan kawasan yang terpadu diperlukan untuk mempromosikan pembangunan ekonomi. Priorotas utama adlah mengidentifikasi kawasan-kawasan yang menunjukan tanda-tanda aglomerasidengan seluruh kegiatan dan insitusi yang membentuknya. Kemungkinan kawasan ini dapat menjadi pusat usaha dan perdagangan tergantung pada jarngan transportasi yang baik, prasarana yang lengkap, tempat kerja yang mudah dicapai dukungan modal dan kesempatan pelatihan/pendidikan.

2.      Manajemen Pembangunan Daerah Yang Pro-Bisnis
Pemerintah daerah dalam mempertahankan keberlanjutan pembangunan ekonomi daerahnya agar membawa dampak yang menguntungkan bagi penduduk daerah perlu memahami bahwa manajemen pembangunan daerah dapat memberikan pengaruh yang baik guna mencapai tujuan pembangunan ekonomi yang diharapkan. Bila kebijakan manajemen pembangunan tidak tepat sasaran maka akan mengakibatkan perlambatan laju pertumbuhan ekonomi. Maka dari itu manajemen pembangunan daerah mempunyai potensi untuk meningkatkan pembanguanan ekonomi serta menciptakan peluang bisnis yang menguntungkan dalam mempercepat laju pertumbuhan ekonomi daerah. Prinsip-prinsip manajemen pembangunan yang pro-bisnis antara lain sebagai berikut :
a.      Menyediakan informasi kepada pengusaha
b.      Memberikan kepastian dan kejelasan kebijakan
c.       Mendorong sector jasa dan perdagangan
d.      Meningkatkan daya saing pengusaha daerah
e.      Membentuk ruang yang mendorong kegiatan ekonomi

Sumber : buku dari Dr.Ir.Herry Darwanto,M.sc

Jumat, 27 Mei 2011

Kebijakan Perdaganagan Internasional

Perdagangan internasional adalah sebuah kegiatan penukaran barang yang melewati batas-batas Negara dan ini terjadi karena saling menguntungkan antara dua pihak atau lebih. Perdagangan internasional selalu memerlukan biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan perdangan domestic. Karena bagaimanapun juga perdangan internasional itu dapat mengatasi kesulitan mobilitas sumberdaya antar Negara. Teori keunggulan komperatif, dikemukakan pertama kali oleh David Ricardo diawal 1880, dinyatakan olehnya bahwa keuntungan perdangan lebih ditentukan oleh keunggulan komperatifnya dalam memproduksi barang dibandingkan dengan keunggulan absolutnya. Suatu Negara dikatakan memilkii keunggulan absolute dalam memproduksi barang bila ia membutuhkan lebih sedikit sumberdaya untuk setiap unit  produksi dibandingkan dengan Negara partner dagangnya. Dan suatu Negara dikatakan memiliki keunggulan komperatif dalam memproduksi barang apabila ia dalam memproduksi barang mempunyai opportunity cost yang lebih rendah dibandingkan dengan patner dagangnya.
Setiap Negara memiliki kebijakan-kebijakan sendiri dalam menjaga perdagangan internasional, dalam perdagangan internasional menimbulkan terjadinya masuknya barang dan jasa dari luar ke dalam negri. Perdagangan internasional memiliki dampak positif dan negative bagi Negara, jika barang dan jasa dari luar negri lebih banyak diminati oleh masyarakat dibandingkan dalam negri itu dapat berdampak buruk bagi perekonomian dalam negri oleh karenanya pemerintah membuat beberapa kebijakan-kebijakan demi berlangsungnya keseimbangan perekonomian dalam dan luar negri.  Dibawah ini beberapa kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah pada kebijakan perdangan internasional antara lain :
1)      Tarif atau Bea masuk
Tariff ini adalah pajak yang dikenakan kepada barang yang diperdagangkan. Tariff yang paling umum adalah tariff atas barang impor atau yang biasa disebut bea impor, Yang tujuannya adalah :
a.      Menghambat impor barang/jasa luar negri
b.      Melindungi barang/jasa produksi dalam negri
c.       Menambah pendapatan pemerintah dari pajak
2)      Kuota
Kuota adalah suatu kebijaksanaan untuk membatasi jumlah maksimum yang dapat diimpor. Tujuan utama dari kuota adalah untuk melindungi produksi dalam negri dari serbuan luar negri.  Ada tiga macam kouta, yaitu :
a.      Kuota impor
b.      Kuota ekspor
c.       Kuota produksi
Dari kebijakan kuota ini akan berpengaruh kepada dampak negara importir dan eksportir yang di antara lain :
§  Dampak kebijakan kuota Negara importir:
a.      Harga barang melambung tinggi
b.      Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi kurang
c.       Meningkatnya produksi didalam negri

§  Dampak kebijakan kuota Negara eksportir:
a.      Harga barang turun
b.      Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi bertambah
c.       Produksi di dalam negri berkurang
3)      Larangan ekspor
4)      Larangan impor
Kebijakan ini dimaksudkan untuk melarang masuknya produk-produk asing kedalam pasar domestic. Kebijakan ini biasanya dilakukan karena alasan politik dan ekonomi
5)      Subsidi
Kebijakan subsidi ini biasanya diberikan untuk menurunkan biaya produksi barang domestic sehingga diharapkan harga jual produk daptb lebih murah dan bersaing dipasar internasional.
6)      Dumping dan diskriminasi harga
Praktek diskriminasi harga secara internasional disebut dumping yaitu menjual barang di luar negri dengan harga yang lebih rendah dari dalam negeri atau bahkan dibawah biaya produksi. kebijakan dumping dapat meningkatkan volume perdagangan dan menguntungkan Negara pengimpor, terutama menguntungkan konsumen mereka. Namun, Negara pengimpor kadang mempunyai industry yang sejenis sehingga kebijakan dari luar negeri ini dapat mendorong pemerintah Negara pengimpor memberlakukan kebijakan anti dumping (dengan tariff ynag lebih tinggi), atau sering disebut countreveiling duties. Hal ini dilakukan untuk menetralisir dampak subsidi oleh negera lain.
Tujuan kebijakan internasional antara lain :
a.      Melindungi kepentingan ekonomi nasional dari pengaruh buruk atau negative dari situasi perdagangan yang tidak baik atau tidak menguntungkan
b.      Melindungi kepentingan industry didalam negeri
c.       Melindungi lapangan kerja
d.      Menjaga keseimbangan dan stabilitas neraca pembayaran internasional
e.      Menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan stabil
f.        Menjaga stabilitas nilai tukar atau kurs valas


Sumber : www. google.co.id 

Moderenisasi Pertanian

Moderenisasi pertanian dikenal juga dengan istilah pertanian spesialisasi menggambarkan tingkat pertanian yang paling maju. Pertanian spesialisai ini berkembang sebagai respons terhadap dan sejalan dengan pembangunana yang menyeluruh dibidang-bidang lain dalam ekonomi nasional. Kenaiakn standar hidup, kemajuan biologis dan tenkhnologis serta perluasan pasar-pasar nasional dan internasional merupakan motor yang penting bagi pembangunan nasional. Dalam moderenisasi pertanian, pengadaan pangan untuk kebutuhan sendiri dan jumlah surplusyang bisa dijual, bukan lagi menjadi pokok utama. Keuntungan komersial murni merupakan ukuran keberhasilan dan hasil maksimum per hektar dari hasil upaya manusia seperti (irigasi, pupuk, pestisida, bibit unggul, dan lain-lain) dan sumber daya alam merupakan tujuan kegiatan pertanian
Moderenisasi memiliki fungsi dan ukuran yang berbeda-beda mulai dari jenis pertanian buah-buahan dan sayur-sayuran yang ditanam secara intensif, sampai kepada pertanian gandum dan jagung yang sangat besar seperti di Amerika Utara. Hampir semua mengunakan peralatan mekanis yang sangat hemat tenaga kerja, mulai dari jenis traktor yang paling besar dan mesin-mesin panen yang modern, sampai pada tehnik-tehnik penyemprotan udara yang memungkinkan satu keluarga dapat mengolah dan menanami beribu-ibu hektar tanah pertanian. Keadaan atau gambaran dari semua moderenisasi pertanian adalah pada salah satu jenis tanaman tertentu, menggunakan intensifikasi modal dan pada umumnya berproduksi dengan tehnologi yang hemat tenaga kerja serta memperhatikan skala ekonomis yang efesien yaitu dengan cara meminimumkan biaya untuk mendapatkan keuntungan tertentu. System pertanian modern yang demikian itu sekarang ini dikenal dengan agri-bisnis.
STRATEGI MODERENISASI PERTANIAN
1.      Perubahan tekhnologi dan inovasi
Tekhnologi baru dalam bidang pertanian dan inovasi dalam kegiatan pertanian merupakan syarat bagi upaya dalam peningkatan output dan produktivitas. Ada dua sumber inovasi tekhnologi yang dapat meningkatkan hasil-hasil pertanian., tetapi kedua sumber ini mempunyai implikasi-implikasi yang sangat berbeda bagi pembangunan pertanian.
                                I.            Pengenalan terhadap mekanisme pertanian sebagai pengganti tenaga kerja manusia. Pengenalan terhadap peralatan untuk menghemat tenaga semacam itu seperti traktor-traktor besar akan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap volume outpot setiap kerja, terutama sekali kalau tanah yang ditanami itu luas dan tenaga kerja agak langka.  Contohnya seorang yang mengoperasikan mesin panen modern yang besar, dalam satu jam saja bisa mencapai hasil kerja sama dengan metode-metode tradisional.
                              II.            Inovasi biologis dan kimiawi . contoh biologis (bibit unggul) dan kimiawi (pupuk buatan, pestisida, insektisida dan lain-lain) adalah usaha untuk memperbaiki mutu tanah yang ada dengan meningkatkan hasil (produktivitas) per hektar walaupun memeang tidak  langsung meningkatkan output tenaga kerja. Oleh karena itu usaha-usaha ini sangat sesuai untuk pertanian di daerah-daerah tropis dan sub tropis.
Sebagai contoh dari penerapan pola investasi tekhnologis yang pertama diatsa yaitu inovasi mekanisasi adalah pembangunan pertanian di Amerika serikat, sedangkan pola kedua telah diterapkan di Jepang. Keduanya mengalami sukses karena pola tersebut memang cocok untuk masing-masing Negara tersebut.
Jadi inovasi pembangunan yang mempunyai potensi yang besar dan ditunjukan untuk memerangi kemiskinan di pedesaan dan meningkatkan hasil pertanian justru menjadi alat untuk melanggengkan kemiskinan dan penderitaan para petani kecil dan perdesaan. suatu hal yang ironis sekali, rencana dan tujuan pembangunan ini justru bisa berbalik menjadi “anti pembangunan”. Oleh karena itu, kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dan system kelembagaan yang mematikan peran serta aktif dalam upaya mereka untuk mengubah struktur pertanian harus dihilangkan.
2.      Perbaikan pola pemilikan tanah
Struktur pertanian dan pola penggunaan tanah perlu disesuaikan dengan tujuan ganda, yaitu meningkatkan produksi pangan dan meningkatkan pemerataan keuntungan bagi petani secara luas. Pertanian dan pembangunan desa yang menguntungkan rakyat kecil hanya bisa tercapai melalui usaha bersama antara pemerintah dengan semua petani, bukan hanya dengan petani kaya saja. Adapun langkah pertama dalam usaha bersama ini adlah pemberian dan perbaikan hak-hak penggunaan tanah kepada masing-masing petani.
3.      Kebijaksanaan-kebijaksanaan penunjang
Seluruh keuntungan dari pembangunan usaha tani kecil tidak akan bisa tercapai jika pemerintah tidak menciptakan kebijaksanaan atau system kelembagaan yang menunjang, misalnya berupa isentif-insentif yang diperlukan, kesempatan-kesempatan berusaha dalam kegiatan ekonomi, dan kemudahan untuk memperoleh input yang diperlukan memungkinkan para petani kecil bisa meningkatkan output mereka dan sekaligus meningkatkan produktivitas mereka.
4.      Tujuan pembangunan terpadu
Pembangunan pedesaan terutama sekali masih tergantung pada kemajuan usaha tani dari para petani kecil. Kemajuan itu meliputi :
a.      Perbaikan taraf hidup termasuk pendapatan, pendidikan, kesehatan atau nutrisi, perumahan dan lain-lain yang berhubungan dengan jaminan-jaminan sosial
b.      Mengurangi ketimpangan pemerataan pendapatan di pedesaan dari ketimpangan pendapatan antara pedesaan dan perkotaan serta kesempatan-kesempatan berusaha
c.       Perbaikan kapasitas sector pedesaan dari waktu ke waktu.

Sumber :  Lincolin arsyad, ekonomi pembangunan, 1993

Minggu, 15 Mei 2011

UANG DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN

        I.            UANG
Uang adalah kata yang sering kita dengar bahkan uang adalah sesuatu yang amat dibutuhkan oleh semua orang.  Karna salah satu cirri penting dari suatu perekonomian modern adalah dalam kegiatan ekonomi berlaku spesialisasi dan pertukaran. Pertukaran yang efisien disebabkan oleh penggunaan uang sebagai perantara dalam tukar-menukar. Oleh sebab itu definisi uang selalu dihubungkan dengan fungsi uang sebagai perantara dalam tukar-menukar. Definisi Uang adalah sesuatu alat yang diterima secara ummum sebagai suatu alat pembayaran dalam suatu wilayah tertentu atau sebagai alat pembayaran hutang/ sebagai alat untuk melakukan pembelian barang dan jasa. Dalam perekonomian yang menggunakan uang, fungsi uang dalam meningkatkan efesiensi  kegiatan ekonomi antara lain :
a.      Melancarkan kegiatan tukar menukar ( menjadi perantara dalam kegiatan perdagangan)
b.      Memudahkan penentuan harga suatu barang dan perbandingan harga berbagai barang
c.       Melancarkan kegiatan perdagangan dengan bayaran tertunda
d.      Dapat menjadi nilai penyimpan yang baik
Uang sebagai perantara dalam kegiatan perdegangan perlu diterima masyarakat. Oleh sebab itu benda yang digunakan sebagai uang perlu mempunyai sifat khusus. Dan cirri-ciri uang adalah :
a.      Nilainya tetap
b.      Mudah dibawa
c.       Barangnya tahan lama
d.      Jumlahnya terbatas dan kualitasnya harus seragam
Jenis-jenis uang dibedakan menjadi  empat bagian antara lain :
1.      Berdasarkan Bahan
a.      Uang logam (yang terbuat dari aluminium, kupronikel, bronze, emas, perak)
b.      Uang kertas

2.      Berdasarkan nilai
a.      Bernilai penuh (Full Bodied Money)
Nilai intrinsik = nilai nominal
b.      Tidak bernilai penuh (Respresentatif Full Bodied Money)

3.      Berdasarkan lembaga
a.      Uang kartal         Bank Sentral
b.      Uang giral           Bank Umum

4.      Berdasarkan kawasan
a.      Uang local
b.      Uang regional
c.       Uang internasional

      II.           PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN
Dari segi perencanaan pembangunan di Indonesia, APBN merupakan konsep perencana pembangunan yang memilki jangka pendek, karna itulah APBN selalu disusun setiap tahun. Seperti namanya, maka secara garis besar APBN terdiri dari pos-pos seperti dibawah ini :
a)      Dari sisi penerimaan, terdiri dari pos penerimaan dalam negri dan penerimaan pembangunan
b)      Sedangkan dari sisi pengeluaran terdiri dari pos pengeluaran rutin  dan pengeluaran pembangunan
APBN disusun agar pembiayaan dana pembangunan dapat berjalan dengan lancar dengan memperhatikan prinsip berimbang dan dinamis . hal tersebut perlu diperhatikan  mengingat tabungan pemerintah yang berasal dari selisih antara penerimaan dalam negri dengan pengeluaran rutin, belum sepenuhnya menutupi kebutuhan biaya pembangunan Indonesia.

1)      Penerimaan pembangunan
Meskipun telah menempuh berbagai upaya untuk meningkatkan tabungan pemerintah, namun karna laju pembangunan ynag sedemikian cepat, maka dana tersebut masih perlu dilengkapi dengan dan ditunjang dengan dana yang berasal dari luar negri. Meskipun untuk selanjutnya bantuan dari luar negri adalah (hutang bagi Indonesia) yang jumlah semakin meningkat. Namun selalu ada upaya untuk suatu mekanisme pemanfaatan  dengan perioritas dengan sektor-sektor yang lebih produktif. Dengan demikian bantuan luar negri tersebut dapat dikelola dengan baik (terutama dalam hal pencicilan pokok dan bunganya).

2)       Pengeluaran pembangunan
Secara garis besar yang termasuk dalam pengeluaran pembangunan diantranya adalah :
a)      Pengeluaran pembangunan untuk  berbegai departemen/lembaga Negara, diantaranya untuk membiayai proyek-proyek pembangunan sektoral yang menjadi tanggung jawab masing-masing departemen/lembaga yang bersangkutan
b)      Pengeluaran pembangunan untuk anggaran pembangunan daerah
c)      Pengeluaran pembangunan lainnya
Pendekatan pembangunan ekonomi yang menekan pada pentingnya proses pembentukan modal mungkin merupakan pendekatan yang paling nerpengaruh dan bertahan lama karna :
i.                    Bila dibandingkan dengan pendekatan-pendekatan yang lain, pendekatan ini mempunyai landasan teoristis yang cukup kuat seperti yang telah disampaikan seperti model Harrod Domar yang menunjukan hubungan antara pertumbuhan investasi dengan pendapatan nasional. Pandangan yang menganggap bahwa pembentukan modal merupakan kunci bagi pertumbuhan ekonomi yang kemudian dikenal dengan sebutan aliran Fundamentalisme modal (capital fundamentalism)
ii.                  Adalah karna aliran fundametalisme modal ini sejalan dengan tujuan-tujuan  dan keinginan-keinginan dari para donor bantuan luar negri atau asing pada era 1950-an dan 1960-an.

Referensi :
Lincolin arsyad, ekonomi pembangunan, 1993
Sadono sukirno, pengantar ekonomi makro

KEMISKINAN DAN KETINDASAN

Pada tahun 1990 yang lalu perhatian masyarakat pada masalah kemiskinan kembali digugah setelah cukup lama tidak banyak diperbincangkan di media massa. Perhatian masyarakat tersebut berawal dari pernyataan Bank Dunia di media massa (1990) yang memuji keberhasilan Indonesia dalam mengurangi jumlah penduduk miskin.  Menurut Bank Dunia Indonesia telah mengurangi penduduk miskin secara relative dari 40 persen pada tahun 1976 menjadi 22 persen dari jumlah populasi pada tahun 1984. Suatu penurunan yang cukup besar hanya dari kurun waktu 8 tahun. Namun demikian secara absolute jumlah penduduk Indonesia  yang masih hidup dibawah garis kemiskinan ternyata masih banyak yakni  35 juta jiwa. Selain itu masih banyak penduduk yang pendapatannya hanya sedikit sekali di atas garis kemiskinan. Kelompok “nyaris miskin” ini sangat rawan terhadap perubahan-perubahan keadaaan ekonomi seperti  kenaikan komoditi-komoditi utama atau turunnya tingkat pertumbuhan ekonomi. Oleh karna itu masalah kemiskinan ini masih tetap perlu diperhatikan secara serius karna tujuan pembangunan Indonesia adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
Sementara itu didunia ilmiah masalh kemiskinan ini telah banyak ditelaah oleh para ilmuan sosial dari berbagai latar belakang disiplin ilmu dengan menggunakan berbagai konsep dan ukuran untuk menandai berbagai aspek dari permasalahan tersebut. Sosiolog maupun ekonom telah banyak menulis tentang kemiskinan tetapi istilah seperti  “standar hidup” , “pendapatan” dan  “distribusi pendapatan” lebih seering digunakan dalam ilmu ekonomi . sedangkan istilah “kelas”, “stratifikasi” dan “marginalitas” digunakan  para sosial secara lebih luas biasanya lebih memperhatikan konsep “tingkat hidup” , yakni tidak hanya menekankan tingkat pendapatan saja tetapi juga maslah pendidikan,perumahan,  kesehatan dan kondisi sosial lainnya dari masyarakat. Hal ini menunjukan bahwa malasah kemiskinan  itu sangat kompleks dan  pemecahannya pun tidak mudah.(Menurut Andre Bayo Ala, 1981) kemiskinan itu multidimensional yang artinya kebutuhan manusia itu bermacam-macam, maka kemiskinanpun memiliki banyak aspek. Dilihat dari kebijakan umum, maka kemiskinan meliputi aspek primer  yang berupa miskin akan asset, organisasi sosial, politik dan pengetahuan serta keterampilan . dan aspek sekunder, yang berupa miskin akan jaringan sosial, sumber-sumber keuangan dan informasi. Dimensi-dimensi tersebut termanifestasikan dalam bentuk kekurangan gizi, air, perumahan yang sehat, perawatan kesehatan yang kurang baik dan pendidikan yang rendah
ASPEK-ASPEK KEMISKINAN
Masalah kemiskinan dibedakan menjadi tiga aspek yaitu : penyebab kemiskinan, ukuran kemiskinan dan indikator kemiskinan. Pembahasan selengkapnya dibawah ini :
1.       Penyebab kemiskinan
Kebijakan dalam negri  seringkali tidak terlepas dengan keadaan yang ada diluar negri  yang secara tidak langsung mempengaruhi  kebujakan antara lain dari segi pendapatan pembangunan (fredericks, 1985). Dengan demikian, kemiskinan dapat diamati sebagai kondisi anggota masyarakat yang belum/ tidak ikut serta  dalam proses perubahan karna tidak mempunyai kemampuan, baik kemampuan dalam kepemilikan factor produksi maupun kualitas produksi yang memadai sehingga tidak manfaat dari hasil proses pembangunan. Oleh karna itu kemiskinan disamping merupakan masalah yang muncul dengan masyarakat yang berhubungan dengan  pemilikan factor produksi, produktivitas, dan tingkat perkembangan masyarakat sendiri, juga berhubungan dengan kebijakan pembangunan nasional yang dilaksanakan. Dengan kata lain masalah kemiskinan ini bisa selain ditimbulkan oleh hal sifatnya alamiah/cultural juga disebabkan oleh miskinya strategi dan kebijakan pembangunan yang ada, sehingga para pakar tentang kemiskinan kebanyakan melihat kemiskinan sebagai masalah cultural.  Dan pada akhirnya timbul istilah kemiskinan structural  yakni kemiskinan yang diderita oleh suatu golongan masyarakat karna struktur sosial masyarakat tersebut tidak dapat ikut menggunakan sumber-sumber pendapatan yang sebenarnya tersedia bagi mereka (Selo Sumarjdan, 1980).

2.       Ukuran kemiskinan
Kemiskinan mempunyai penngertian luas dan memang tidak mudah untuk mengukurnya. Namun demikian, dalam bagian ini saya akan menjelaskan 2 macam ukuran kemiskinan yang umum digunakan yaitu : kemiskinan absolute dan kemiskinan relative.
a.      Kemiskinan absolute
Kesulitan pertama dalam konsep kemiskinan absolute adalah menentukan komposisi dan tingkat kebutuhan minimum karna kedua hal tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh kebiasaan adat biasa saja, tetapi juga iklim, tingkat kemajuan suatu Negara, dan berbagai factor ekonomi lainnya. Walaupun demikian, untuk dapat hidup baik seseorangmembutuhkan barang-barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan fisik dan sosialnya.

b.      Kemiskinan relative
Orang yang sudah mempunyai tingkat pendapatan yang dapat memenuhi  kebutuhan dasar minimum tidak selalu berarti “tidak miskin”. Ada ahli yang berpendapat walaupun pendapatan sudah mencapai tingkat kebutuhan dasar minimum tetapi jauh lebih rendah dibandingkan dengan masyarakat sekitarnya, maka orang tersebut masih berada dalam keadaan miskin. Ini terjadi karna kemiskinan lebihbanyak ditentukan oleh keadaan sekitar, dari pada lingkungan orang yang bersangkutan ( Miller,1971).
Berdasarkan konsep ini garis kemiskinan akan mengalami perubahan jika tingkat hidup masyarakat berubah. Hal ini jelas merupakan perbaikan dari konsep kemiskinan absolute, konsep kemiskinan relative lebih bersifat dinamis, sehingga kemiskinan akan selalu ada.

3.       Indikator kemiskinan
a.      Tingkat konsumsi beras
Sajogyo (1977) menggunakan tingkat konsumsi beras perkapita  sebagai indikator kemiskinan. Untuk daerah perdesaan penduduk dengan konsumsi beras kurang dari 240 kg perkapita pertahun bisa digolongkan miskin. Sedangkan untuk daerah perkotaan adalah 360 kg perkapita pertahun.

b.      Tingkat pendapatan
Menurut BPS (1989) didaerah perkotaan pendapatan yang dibutuhkan untuk melepaskan diri dari kategori miskin adalah Rp 4.522,00 perkapita pada tahun 1976, sedangkan pada tahun 1987 adalah Rp 17.831,00. Pendapatan didaerah perdesaan lebih rendah daripada di daerah perkotaan yakni Rp 2,849,00 pada tahun 1976 dan Rp 10.294 pada tahun 1987.

c.       Indikator kesejahteraan rakyat
Selain data pendapatan dan pengeluaran, ada berbagai komponen tingkat kesejahteraan yang lain ynag sering digunakan. Pada publikasi UN (1961)yang berjudul International Definition and Measurement of Level of Living : An Interim Guide disarankan 9 komponen kesejahteraan yaitu : kesehatan, konsumsi makanan dan gizi, pendidikan, kesempatan kerja, perumahan, jaminan sosial, sandang, rekreasi dan kebebasan.


Strategi atau kebijakan dalam mengurangi kemiskinan diantaranya adalah :
·         Pembangunan pertanian
·         Pembangunan suber daya manusia
·         Peranan lembaga swadaya masyarakat (LSM)

Sumber :  Lincolin arsyad, ekonomi pembangunan, 1993.




Sabtu, 14 Mei 2011

Revolusi sektor jasa

Prof .Dr.Tulus Haryono.SE.M.Ek, mengatakan pada pidato ilmiahnya bahwa “ perkembangan sector jasa yang pesat dapat menggoda investor untuk menanamkan modalnya pada bidang ini, tapi pada sisi lain semakin banyaknya investasi persaingan menjadi lebih tajam. Persaingan yang sepeti tidak hanya terjadi pada industry jasa saja yang berorientasi laba seperti perbankan, asuransi, pariwisata, perhotelan, telekomunikasi dan penerbangan. Tapi juga pada industry nirlaba juga terpenagruh seperti rumah sakit, lembaga pemerintah serta perguruan tinggi”. Kontribusi sector jasa terhadap perekonomian dunnia cukup mendominasi yaitu sekitar dua pertiganya. Dieropa sector ini menyumbangkan sampai 60% dari produk domestic bruto (BPD) sementara di Indonesia sendiri hampir mencapai  30%.
Arti dari Revolusi sendiri adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara tepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Didalam revolusi perubahan yang terjadi dapat direncakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan. Karna ukuran suatu perubahan sebenarnya relative karna revolusipun dapat memakan waktu lama.  Misalnya revolusi industry di Inggris  yang memakan waktu puluhan tahun, namun dianggap cepat karna mampu mengubah sendi-sendi  pokok kehidupan masyarakat seperti system kekeluargaan dan hubungan antara buruh dan majikan yang telah berlangsung lama selama ratiusan tahun. Revolusi menghendaki suatu upaya untuk merobohkan,menjebol dan membangun dari system yang lama menjadi suatu system yang terbaru. Dan revolusi senantiasa berkaitan dengan dialektika, logika, romantika, menjebol dan membangun. Dialektika revolusi adalah suatu kegiatan usaha untuk menjuju kehidupan kemasyarakatan yang lebih baik dan maju yang di dukung oleh berbagai macam factor dan saran prasarananya. Logika revolusi adalah suatu pemikiran untuk menuju suatu perubahan yang diperhitungkan sangat matang bahwa revolusi itu tidak bisa dipercepat atau diperlambat tapi pada saat nanti revolusi itu akan terjadi. Sedangkan romantika revolusi itu menyangkut pada pemahaman historis dan disandingkan dengan pencapaian terbesar dari revolusi. Dan yang terakhir menjebol dan membangunan merupakan bagian integral yang menjadi bukti fisik dari sebuah revolusi.
Sedangkan pengertian jasa dalam ilmu ekonomi  adlah suatu aktivitas ekonomi yang melibatkan sejumlah interaksi antara konsemen atau dengan barang-barang milik tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan. Pengertian jasa menurut para ahli diantaranya :
·         Menurut Philip Kotler , jasa itu adalah setiap tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak kepada pihak lain yang secara prinsip intangible dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksinya bisa terkait dan bisa juga tidak terkait pada suatu produk fisik.
·         Menurut Adrian Payne, jasa itu adalah aktivitas ekonomi yang mempunyai sejumlah elemen (nilai atau manfaat) intangible yang berkaitan dengannya yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang milik tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan . perubahan dalam kondisi bisa saja muncul dan produksi suatu jasa bisa memililki atat bisa juga tidak memiliki suatu terkaitan dengan produk fisik.
Berdasarkan pengertian diatas, Tjiptono memnyemukakan lima karakeristik utama jasa antara lain :
1)      Intangibility (tidak terwujud)
Jika barang atau benda dapat kita sentuh,  dilihat dan dirasakan. Berbeda halnya dengan jasa karna jasa bersifat abstrak dan tidak berwujud oleh karna itu apabila kita menerima jasa kita tidak bisa mengetahui kualitas apa dan bagaimana yang akan diterima konsumen sebelum jasa itu kita konsumsi atau gunakan.

2)      Inseparability (tidap dapat dipisahkan)
Jasa umumnya dihasilkan dan dikonsumsi pada saat yang bersamaan , dengan keikutsertaan konsumen dalam proses tersebut berarti konsumen harus berada ditempat jasa yang diminta. Sehingga konsumen dapat melihat serta ikut andil dalam produksi  tersebut.

3)      Heterogeneity (berubah-ubah)
Jasa bersifat variable karna merupakan non-standarized output yang artinya banyak variasi bentuk, kualitas, dan jenis tergantung pada siapa, kapan dan dimana jasa tersebut diproduksi. Hal ini diakibatkan karna jasa mengikutsertakan unsur manusia dalam proses produksi dan konsumsimya yang cenderung tidak bisa terprediksi  dan cenderung tidak konsisten dalam hal sikap dan perrilaku.

4)      Perishability (tidak tahan lama)
Jasa bersifat tidak tahan lama dan tidak bisa disimpan. Karna jasa tidak mungkin untuk persediaan yang arinya jasa tidak bisa jual kembali kepada orang lain atau dikembalikan kepada produsen jasa dimana kita membelinya.

5)      Lack of Ownership
Merupakan perbedaan dasar antara jasa dan barang.  Pada kasus pembelian barang si pembeli memilki hak penuh atas kemanfaatan dan penggunaan barang yang dibeli. Si pembeli juga dapat memakai  secara terus-menurus dan dapat disimpan atau bahkan menjualnya lagi kepada orang lain. Tapi pada kasus pembelian jasa pelanggan hanya memiliki akses personal atas suatu jasa pada jangka waktu yang terbatas misalnya : pendidikan, jasa  penerbangan, kamar hotel  dll.

Refensi :
-          Wikipedia
-          Kapanlagi.com
-          Google.co.id

Senin, 02 Mei 2011

CARA MERAWAT LAPTOPMU..


Laptop adalah sebuah barang elektronik yang sangatlah banyak manfaatnya untuk kita gunakan dalam mengelola data ataupun kegiatan lain. Maka dari itu kita harus menjaganya sebaiknya mungkin agar tidak mudah rusak karna kalau sampai rusak kita harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit maka dari itu cintai dan rawatlah laptop dengan baik. Dan ini ada beberapa cara merawat laptop :
1.    Beli laptop yang jaraknya tidak berjauhan dengan rumah kita, agar kita lebih mudah kembali apabila ada kerusakan dan simpanlah baik-baik kartu garansinya
2.    Gunakan tas laptop saat berpegian, yang terbuat dari bahan dasar gabus berbalut katuntipis yang halus yang bisa meredam panas saat dipakai kerja dalam waktu lama
3.    Taruh laptop pada permukaan yang datar/rata
4.    Jangan sembrangan mendownload software gratis dari internet karna dapat menimbulkan virus dan bisa merusak kedalam laptop kita
5.    Rajin-rajinlah membersihkan keyboard, karna keyboard laptop gampang sekali kotor dan terkena debu membersihkannya menggunakan kuas kecil agar bisa menjaungkau sela-sela keyboard dan untuk bagian atasnya gunakan kain yang diberi sedikit air
6.    Mengelap layar pada laptop, cairan yang dipergunakan adalah cairan khusus untuk membersihkan LCD, dengan kain yang halus dan jangan disemprotkan langsung cairan pada layar tapi semprotkan saja di kainnya dan bersihkan dengan searah
7.    Hindari laptop dari sinar matahari langsung, karna ini dapat menyebabkan kerusakan pada komponen-komponen yang ada dalam laptop
8.    Rawatlah baterai laptop agar jangan sampai bocor karna dapat merusak slot baterai
9.    Hindari laptop dari medan magnet, karna untuk melindungi data-data yang ada pada hardisk. Contoh barang yang mengandung medan magnet misl handphone
10. Ketika sehabis mengisi baterai copotlah lansung kabel yang menghubungkan laptop dan stop kontak, karna menurut pengalaman teman saya kalau yang di copot hanya kabel yang berada di stop kontak akan mengalami kerusakan pada layar monitor
Sekian tips-tips dari saya semoga bermanfaat yaaaa untk kalian.. J J